Soteriologi (Doktrin Keselamatan)

A. Perlengkapan Keselamatan

  1. Kasih Karunia

Dalam Bahasa Grika, kasih karunia adalah “charis” yang berarti pemberian yang dilakukan dengan bebas tanpa adanya tuntutan atau harapan pengembalian . Dalam bahasa latin adalah “gratia” (kata benda), “gratis” (kata sifat). Kasih karunia adalah anugrah yang tak selayaknya diterima, yang tak semestinya dan yang tak sepantasnya dianugerahkan kepada orang berdosa. Anugerah itu tidak seharusnya diterima karena manusia seharusnya mendapat murka Allah (Rom.9:22), tidak sepantasnya diterima karena manusia tak dapat menerimanya dengan bekerja (Ef.2:1-9, Tit.3:4-7), dan tidak pada tempatnya diterima karena pada manusia tidak ada sesuatu yang pantas menerimanya (Rom.2:23-25).

Menurut W.E Vine bahwa dipihak pemberi, dalam kasih karunia adalah kecenderungan yang bersahabat yang memunculkan tindakan yang baik hati, yang berkemurahan, penuh kasih setia, yang berkemauan baik secara umum. Dalam hal ini ada penekanan pada kebebasan dan universal serta sifatnya yang spontan, seperti misalnya dalam kemurahan penebusan oleh Allah serta kesukaan atau kesenangan yang dirancangkan bagi penerima. Oleh sebab itu kasih karunia bertentangan dengan hutang (Roma 4:4,16), dengan pekerjaan (Rom.11:6), dengan Taurat (Yoh.1:7), dipihak penerima ada perasaan dikasihi, perasaan berterima kasih (1 Tim.1:12).

Bila diaplikasikan pada keselamatan, kasih karunia berarti bahwa apa yang dituntut Allah yang kudus dan benar pada kita, telah disediakan olehNya sendiri. Keselamatan orang berdosa Adalah pada standard absolut dari kebenaran Allah dan kasih karunia Allah telah mengadakan kebenaran yang dikehendaki dan dituntutNya. “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka”. (2 Kor.5:19).

Kasih karunia berasal dari hati Allah Bapa (Rom.1:5,7), mengalir pada kita melalui Tuhan Yesus Kristus (Yoh.1:17). Orang percaya dibenarkan oleh kasih karunia (Rom.3:24), diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman dan bukan oleh pekerjaan (Ef.1:6,7; 2:5,8).

Roh Kudus adalah Roh kasih karunia (Ib.10:29) dan orang percaya tidak boleh menggagalkan kasih karunia Allah dalam hidupnya (Gal.2:21, Bir.12:25).

Jadi manusia telah jatuh dalam dosa, tidak dapat menyelamatkan diri sediri. Manusia tak dapat membayar supaya ia selamat. Tetapi Allah telah menyediakan jalan keselamatan yaitu melalui Yesus Kristus, yang telah lahir, mati, dibangkitkan dan telah naik kembali ke surga. Pengadaan keselamatan bagi setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat tanpa membayar harga keselamatan, itulah kasih karunia Allah. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman dan bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah”.(Ef.2:8).

Penjelasan atas pemahaman yang keliru tentang kasih karunia.

Ada kalangan yang mengatakan bahwa kasih karunia Allah itu tak dapat dihalang-halangi atau “irresistible grace” . Pandangan ini berkaitan dengan keyakinan pemilihan tak bersyarat. Karena seseorang telah dipilih Allah untuk selamat, bagi dia kasih karunia akan datang, tanpa memperhitungkan responnya kepada panggilan Allah, sehingga kasih karunia yang menyelamatkan itu tidak dapat digagalkan oleh siapapun. Pandangan bahwa kasih karunia Allah tak mungkin dihalang-halangi adalah pandangan yang keliru dan perlu dijelaskan kekeliruannya dan kemudian diluruskan.

Kasih karunia Allah adalah Yesus mati untuk menebus manusia. Kristus mati untuk semua manusia (2 Kor.5:15). Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia (Tit.2:11). Namun walaupun kasih karunia adalah untuk semua manusia, tetapi tidak semua manusia selamat, karena keselamatan itu bersyarat. Mereka yang menerima Yesus itulah yang selamat (Yoh.1:12). Yang menerima Yesus sebagai juruselamatnya, yaitu yang menyambut kasih karunia Allah kepadanya. “Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada dibawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh.3:18). Orang yang tidak percaya, itulah orang yang menolak menerima kasih karunia Allah. Dan orang yang menolak kasih karunia Allah bukan karena ia tidak berhak atas kasih karunia Allah, tetapi karena ia menyia-nyiakan kesempatan untuk selamat. Orang yang tidak percaya itu menghalang-halangi kasih karunia Allah yang datang kepadanya. Dengan demikian terbukti bahwa kasih karunia Allah bukannya tak dapat dihalang-halangi.

Ditempat lain kasih karunia digambarkan sebagai sesuatu yang harus dimasuki. Supaya selamat maka manusia harus masuk dengan iman kedalam kasih karunia “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk kepada kasih karunia ini” (Rom.5:2a). Kasih karunia harus dihampiri dengan keberanian iman “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya: (Ibr.4:16).

Jadi ajaran bahwa kasih karunia tidak dapat dihalang-halangi adalah keliru. Manusia yang tidak percaya, tidak mau bertobat, menghalang-halangi kasih karunia Allah. Manusia yang tidak percaya menghalang-halangi dirinya untuk masuk dengan iman kedalam kasih karunia Allah. Ajaran sehat yaitu bahwa manusia selamat karena kasih karunia Allah saja, yaitu keselamatan sudah dkerjakan oleh Yesus Kristus dan tersedia dengan cuma-cuma tanpa membayar. Tetapi untuk berada didalam keselamatan yang tersedia itu harus masuk dengan iman, “supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karuniaNya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita”.(Tit.3:7). Setelah berada didalam keselamatan didalam kasih karunia, “bertumbuhlah dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Pet.3:18).

Permandian Air dan Permandian Roh Soetji

Rev W.H. Offiler , Bethel Temple Seattle

PENGADJARAN dari permandian-permandian, baik dengan air, maoepoen dengan Roh Soetji adalah satoe pokok jang amat dalam perhoeboengannja boeat tiap-tiap orang jang tjari pada Allah dengan soenggoeh-soenggoeh. Terhadap pada pengalaman setjara Kristen, dan pemboekaan dari maksoed Allah didalam tiap hati dari tiap-tiap orang, haroeslah kita selaloe moelai, dimana Dia moelai, dan djangan kita berhenti, sebeloem Dia bilang, jang itoe soedah tjoekoep. Kalaoe orang maoe dengar pada theorie jang modern (tjara baroe), ataoe tjoba maoe toeroet pada djalan-djalan pengadjaran-pengadjaran jang banjak geredja sekarang kasih tentang kebenaran Allah, maka hatinja tidak akan dipoeaskan, oleh sebab theori itoe ada tidak terhitoeng lagi banjaknja. Akan tetapi, barang siapa maoe toeroet pada pengadjaran-pengadjaran jang sederhana dari perkataan Allah jang penoeh dengan berkat itoe, tidak berapa lama, dia akan mengalami dengan girang satoe perkara jang pasti, dan dia akan toeroet mempoenjai bahagian dalam pengalaman-pengalaman jang benar dengan Toehan Jesoes Kristoes.

Kita tidak bersedia boeat menentoekan, mana dari permandian-air ataoe permandian Roh jang paling bergoena bagi anak dari Allah. Kalaoe kita ambil tjontoh dari Anak Allah, maka kita tidak bisa bikin perbedaan antara jang doea itoe; akan tetapi, baiklah kita terima kedoea-doeanja seperti satoe kemoestian boeat kegenapan jang soenggoeh dari penoeroetan pada perkataan-Nja dan kegenapan jang soenggoeh dari segala kebenaran. Tentang Jesoes, Dia soedah dilahirkan seperti Anak Allah. Tiga poeloeh tahoen sebeloem Dia berikan Diri-Nja pada Johannes Baptista di soengai Jarden, Toehan Jesoes telah dilahirkan di dalam keadaan-keadaan jang amat heran seperti tertoelis dalam Perjanjian Baroe. Dia boekan seorang baroe lagi dalam hal mengalami perkara-perkara sorga. Sedjak dari ketjil-Nja, Dia soedah diadjar oleh Roh Soetji dalam Torat dan Nabi-nabi. Dengan soenggoeh Dia soedah tahoe, jang Dia haroes ada dalam perkara-perkara dari Bapa-Nja.

Meskipoen soedah tentoe, jang Dia berasal dari kekal, dan Dia soedah ambil djabatan jang tinggi diantara anak-anak manoesia, masih tetap hati-Nja ingin berboeat satoe perkara saja, jaitoe menoeroet maoe-Nja Bapa dan toeroenken kepada manoesia djalan jang soedah disediakan oleh Allah boeat keselamatan dan kegirangan jang sepenoeh-Nja. Sebab tiadalah kesoekaan jang lain, dan kegirangan jang benar, selainnja dari pengetahoean jang soenggoeh (sempoerna) kepada kemaoean Allah, didalam perkara-perkara jang Dia soedah perintahken kepada kita. Maka pada permoelaan dari pembitjaraan ini kita diperingatkan, bahwa satoepoen dari permandian-pemandian ini tidak ada hoeboengannja dengan kelahiran baroe, sebab Dia (Jesoes) jang teroetama dikenakan oleh ini permandian-permandian soedah dilahirkan menjadi Anak Allah; dan soedah beberapa tahoen lebih doeloe Dia soedah masoek dalam pengalaman Illahi jang paling soetji. Tetapi masih kita lihat Dia dipinggir kali Jarden, didalam barisan jang panjang dari orang-orang jang hendak dipermandikan, ditengah-tengah orang-orang jang amat banjak itoe, jang dating kesana atas oendangan dari Johannes Baptista, dengan mengakoe dosa-dosanja, dan berboeah seperti jang patoet boeat pertobatan.  

Soedah terang sekali, bahwa sebeloem tiap-tiap orang bersedia boeat terima permandian air jang diatoerkan itoe, lebih doeloe dia moesti bereskan hal-hal dari dosanja, dan pengakoeannja jang soetji, dan soenggoeh-soenggoeh dia soedah lahir baroe. Dibawah trangnja dari Roh Soetji, paling sedikit dia moesti lihat sinar-sinar ketjil dari pengalaman-pengalaman jang besar, dan keheranan jang boleh djadi kepadanja. Dia soedah moesti hitoeng ongkos-ongkos dari keteboesan djiwanja, dan dipersembahkan 100% (segenap) dirinja pada Allah, sebab dibawa keadaan-keadaan jang berkoeasa seperti itoelah, maka Jesoes datang pada Johanes, soepaja Dia bisa genapi perintah jang soedah ditentoekan, dan memenoehi kebenaran Allah.

  Perkara tentang permandian air boekan satoe perkara jang enteng, dan djoega perkara itoe djangan dianggap seperti itoe dalam pembitjaraan. Sebab bagaimana joega orang boleh kata, pengadjaran dari permandian air itoe selaloe mendapat tempat jang tertinggi didalam maksoed-maksoed dari Toehan, satoe tempat jang tidak ada laen penjerahan (persembahan) ataoe pekerdjaan bisa penoehi. Soenggoeh demikian, sebab dengan pemeriksaan jang lebih teliti (terang) lagi akan kenjataan, bahwa permandian air itoe adalah satoe bahagian jang bersamboengkan dari satoe permandian jang lebih besar, jaitoe permandian Roh Soetji. Biarpoen begitoe, hal itoe soedah tetap, jang diwaktoe Toehan Jesoes dipermandikan didalam air di kali Jarden, Roh Soetji toetoen ke atas-Nja dengan roepa seekor boeroeng dara, dan tinggal tetap atas-Nja, dengan tjapkan Dia seperti Anak Allah jang toenggal, dan oerapi Dia oentoek satoe pekerjaan jang besar dan heran, jang soedah ada di hadapan-Nja.  

PERMANDIAN AIR 

Permandian air ada satoe pengadjaran jang oemoem bagi kedoea Perdjandjian itoe (Lama dan Baroe), dan jang selaloe dibikin satoe pengadjaran alasan (dasar). Didalam beberapa perkara seperti kelihatan, jang Allah sendiri tak bisa bekerdja teroes, sebeloem peratoeran (ordonannantie) ini digenapi betoel. Inilah roepanja jang bikin beres djalan boeat pekerdjaan-Nja, dan sediaken (kasih) satoe alas an, atas mana nanti pekerdjaan-Nja itoe diperalasken. Seperti ini soedah djadi di djamannja Noeh. Kedjahatan dan dosa soedah semangkin bertambah, sampai segenap doenia soedah penoeh dengan kedjahatan perboeatan djahat. Manoesia lakoeken dosa kedjahatan jang loear biasa boesoeknja. Koesta dari dosa soedah makan di dalamnja, sampai soedah masoek didalem segala manoesia, dan tidak tinggalken apa-apa selaen dari kenadjisan dan keroesakan. Manoesia soedah sampai dalam satoe keadaan, dimana dia tidak patoet lagi boeat hidoep. Tjoema satoe sadja obat jang ada, dan obat ini meroepakan soeatoe banjir besar diseloeroeh doenia ini, satoe banjir jang loear biasa, jang sampai lebih tinggi lagi dari poentjak goenoeng, jang djadi besar, sampai segala daging manoesia dibinasakan.  

Barangkali tidak ada lagi satoe kedjadian dalam El-Kitab – ketjoeali kedjadian dari Joenoes dan ikan besar itoe – jang begitoe hebat mendapat kritik (tjela) dalam hari-hari belakangan ini, sperti bandjir besar di djamannja Noeh. Kedjadian ini soedah disangkal dan ditertawakan oleh ahli-ahli ilmoe doenia, akan tetapi kebenarannja semakin terboeka djalannja; dan penggalian dari waktoe jang baroe laloe soedah terangkan dengan djelas, bahwa bandjir besar dalam djamannja Noeh itoe sekali-sekali boekan tjeritera kosong, akan tetapi satoe kedjadian betoel dari El-Kitab dan jang dibenarkan (ditentoekan) oleh pengetahoean jang betoel! Tetapi boeat perkara-perkara ini, kita tidak maoe pakai banjak tempo, sebab segala orang Kristen jang benar pertjaja pada segenap El-Kitab, biarpoen didalamnja ada beberapa perkara, jang dia orang tidak mengerti. Pertjajanja akan bawa dia liwat dari sitoe.  

Soedah satoe kepastian, kalaoe seorang periksa betoel-betoel tentang hoekoem Allah jang soedah djatoeh atas orang-orang doerhaka (pelawan) dan nadjis itoe, njatakan satoe kebenaran jang heran bagi tiap-tiap hati jang terboeka boeat diadjar keadaan jang soenggoeh dari hokoem kebinasaan daging itoe di dalam djaman Noeh, ada keadaan jang pertjies (seroepa), sperti jang berbohong dengan peratoeran permandian air jang dilakoekan dan ditoeroet didalam geredja Kristen pada waktoe ini! Dengan laen perkataan, kita bisa bilang, jang methode (tjara) jang dipilih Toehan Allah boeat keloearken segala orang djahat, dan pembikinan, penghabisan segala daging; adalah tjara dari satoe pemandian! Itoe ada permandian air dari satoe doenia! Dia orang soedah dikoeboerken didalam (dibawah) itoe aroesan air jang begitoe besar, sampai hidoep soedah lenjap, jaitoe penghidoepan didalam daging! Lantas Allah bisa perlihatken dan perhoeboengkan diri-Nja tjoema satoe kali lagi pada orang-orang jang Dia soedah pelihara dalam bahtera (kapal) itoe. Dosa jang disengadja soedah dilenjapken! Dari sebab itoe didalam peratoeran permandian air didalam geredja Allah, adalah perkara-perkara hoekoem atas dosa, dan inilah tjotjok dengan kematian dari Toehan Jesoes Kristoes, sebab segala dosa soedah dihoekoem didalam-Nja, dan Dia soedah bajar harga dari keteboesan manoesia dengan darah-Nja sendiri jang amat indah itoe.  

Dalam 1 Korinthe 10, rasoel Paoel mintak perhatian kita pada hikajat kelepsan bangsa Israel dari perhambaan keras dinegri Mesir dan berkata: “Hai segala saoedara-saoedarakoe! Tidak akoe maoe kamoe djadi bodoh dari perkara nenek-mojang kita, soenggoeh dia semoea ada dibawah mega, dan semoea berdjalan teroes dari laoet; dan semoea dia orang soedah dipermandikan bagi Nabi Moesa, baik dalam mega, baik dalam laoet; dan semoea dia orang soedah makan makanan rohani; dan semoea dia orang soedah minoem minoeman rohani, karena dia orang minoem dari itoe goenoeng batoe rohani, jang mengikoet, maka goenoeng batoe itoelah Kristoes”

  Disini sekali lagi kebeneran itoe diterangkan. Israel soedah dilepaskan dari bangsa Mesir oleh tangan Allah jang berkoeasa itoe. Sesoedah dia orang tinggalkan Goshen, dia orang berdjalan ke pantai laoet Merah, dan waktoe dia orang sampai disini Allah pada orang berhenti dengan soenggoeh-soenggoeh. Diblakang diaorang adalah bangsa Mesir. Dihadapan dia orang adalah laoet Merah. Dia orang sama sekali anak-anak Israel; dia orang sama sekali anak-anak Allah, akan tetapi sebeloem Allah idjinken kelepasan dia orang jang sempoerna, dia orang semoea lebih doeloe moesti dipermandikan bagi Moesa baik didalam mega (Roh) baik dalam laoet (air), dan baroe diaorang oleh pimpinan Allah, bisa ambil baik makanan rohani baik minoeman rohani, jaitoe dia orang bisa dapat bahagian didalam Kristoes, sebab dia orang ikoet minoem dari itoe batoe karang rohani jang ikoet pada diaorang, dan batoe karang itoelah Kristoes! Dari sebab itoe sobat-sobatkoe, satoe kali lagi kita nasehatken kepadamoe dengan soenggoeh-soenggoeh, soepaja menoeroet kepada itoe perintah-perintah! Sebeloem dia orang liwat dari laoet itoe, beloem ada kelepasan diaorang dari moesoeh-moesoehnja. Sesoedah diaorang melaloei itoe laoet seperti didalam permandian, boekan sadja diaorang soedah terlepas, akan tetapi moesoeh-moesoeh dizamannja bandjir besar itoe – soedah dibinasakan boeat selama-lamanja.

  Maka sekarang dengan gampang kita bisa lihat, bahwa permandian air dan permandian Roh Soetji ada berhoeboeng dekat  sekali satoe dengan jang laen, begitoe dekat sampai kedoea-doeanja hampir satoe pekerdjaan jang sama. Kedoea-doeanja permandian itoe ditjampoerkan mendjadi satoe. Adalah satoe Toehan, satoe pertjaja, satoe permandian.

  Permandiannja bangsa Israel ada didalam mega dan didalam laoet, sedang permandiannja Toehan Jesoes Kristoes, ada di soengai Jarden, dan sesoedah Dia keloear, Roh Soetji djatoeh atas-Nja didalam roepa dari boeroeng dara, dan tinggal teroes atas-Nja didalam permandian jang penoeh dan sempoerna. Segnap badan, djiwa dan rohnja soedah tenggelam (ditjeloep) dalam Roh Soetji.

  Ada satoe kedjadian jang  mengheranken, bahwa diwaktoe zaman Torat ditamatkan, dan tjahaja pertama dari Injil kelihatan didalam kota Allah, waktoe itoe soeara Johannes Baptista kedengaran di padang pasir: 

  “Bertobatlah kamoe, sebab Keradjaan Soerga soedah dekat”.  

Permintaan pertama dari nabi itoe, adalah soepaja orang banjak itoe patoet bertobat dan dipermandiken, serta mengakoe dosanja. Johannes Baptista bilang: “Betoel, akoe memandikan kamoe sama air akan bertobat; tetapi jang datang dibelakang akoe, akoe tidak patoet akan membawa taroempah-Nja; Dia nanti memandikan kamoe sama Roh Soetji dan Api”.  

Begitoelah dalam pelajanan (djawatan) Johannes Baptista, dan begitoe itoe djoga dalam pelajanan (djawatan) Kristoes! Kedoea-doeanja membawa kabar jang sama, dan kedoea-doeanja permandikan orang-orang jang bertoebat dalam air dari soengai, meskipoen boekan Toehan Jesoes sendiri jang adaken itoe permandian, melainken moerid-moerid-Nja. Akan tetapi semoea dipermandiken.  

Moelai dari Jesoes sampai kepada jang paling rendah dari jang rendah, ataoe jang paling tinggi dari jang tinggi, soedah tentoeken baginja satoe peratoeran, jang berlakoe atas semoeanja. Boeat satoe sebabNja jang loear biasa dan jang berkoeasa, semoea moesti dikoeboerkan dalam koeboeran air itoe. Permandian tjara pertjikan tidak tjoekoep! Permandian moesti djadi satoe pengoeboeran, masoek dalam air (dimasoekken dalam air).  

Kalaoe kita datang kepada djaman geredja waktoe permoelaan (pemboekaan) dari pekerdjaannja pada hari Pentakosta, itoe peratoeran (permandian air) sama djoega diperintahkan, dan teroes mendjadi peratoeran dari geredja, dan menjdjadi satoe oekoeran dari permandian boeat segenap djaman ini. Pada hari Pentakosta, Petroes berdiri, penoeh dengan Roh Soetji, dan sebagai mendjawab pertanjaan dari orang banjak jang soedah kena toesoek hatinja, jaitoe, bagaimana diaorang bisa diselamatkan, berkata: “Bertaoebatlah kamoe, dan masing-masing biar dipermandikan didalam nama Jesoes Kristoes boeat keampoenan dosamoe, dan kamoe akan dapat pemberian Roh Soetji”, Perb. Seg. Rasoel 2:38. Perkataan pemboekaan ini dikenakan, boekan sadja kepada orang-orang Jahoedi, maoepoen orang Kafir. Tidak ada satoe peratoeran (oekoeran) boeat orang Jahoedi, dan lain oekoeran boeat orang Kafir. Allah soedah menentoekan dia orang sama sekali dibawah dosa, soepaja Dia bisa kasih kemoerahan jang sama bagi dia orang semoea.  

Sesoedah Petroes toeroet akan panggilan dari Roh, dan pergi keroemah Kornelioes, dan diwaktoe dia “kabarkan Kristoes kepada diaorang, Roh Soetji toeroen atas diaorang semoea, jang soedah dengar itoe perkataan, dan diaorang berkata-kata dalam bahasa asing dan bernoeboeat”. Petroes berkata: “Apa boleh itoe air ditahankan, soepaja orang ini djangan dipermandikan, jang soedah dapat Roh Soetji, sama seperti kita orang djoega?” Dalam fatsal 19 dari Perb. Seg. Rasoel dan 6 ajat pertama, kita dapat versalg (kabar) dari koendjoengan Paoel ke Ephesoes; disana dia dapat beberapa orang moerid, lantas tanja pada dia orang, apa dia orang soedah terima Roh Soetji, sesoedah dia orang pertjaja. Lantas dia orang djawab, jang dia orang beloem tahoe dengar, jang ada Roh Soetji, lantas Rasoel Paoel berkata: “Atas djalan jang mana kamoe soedah dipermandikan?” Dan dia orang mendjawab: “Atas djalan permandian Johannes”. Maka Rasoel Paoel berkata, bahwa Johannes betoel soedah bikin permandian air boeat pertobatan, serta berkata sama itoe orang banjak, jang dia orang patoet pertjaja pada Dia, jang datang dari belakangnja, jaitoe Toehan Jesoes Kristoes. Waktoe dia orang mendengar perkataan ini, dia orang dipermandikan dalan nama Toehan Jesoes, dan waktoe Paoel toempangkan tangannja atas diaorang, Roh Soetji toeroen atas dia orang, dan dia orang berkata-kata dalam bahasa asing dan bernoeboeat.  

Begitoelah didalam tiap-tiap tempat dalam Bijbel ini doea permandian ditjampoer mendjadi satoe pengalaman jang besar dan soetji. Seringkali permandian Roh Soetji lebih dahoeloe, baroe permandian air, sedang pada lain waktoe permandian air lebih dahoeloe, baroe permandian Roh Soetji, akan tetapi, biar bagaimanapoen djalannja, kesoedahannja selaloe sama sadja; diaorang dikoeboerkan dengan Kristoes dalam air dan bangkit boeat berdjalan dengan Allah didalam koeasa daripada Roh Soetji. Siapakah jang akan ketjilkan pekerdjaan jang heran ini, dan siapakah jang akan bimbang lagi terhadap kesoedahan-kesoedahan jang heran itoe? Siapakah dia jang berani toekar (oebah) atoeran  ini serta rampas pemberian ini daripada manoesia?  

Ada doea pekerdjaan didalam Indjil, dimana soedah termasoek grafirat (pendamaian oleh darah) jang sempoerna diadakan oleh Toehan Jesoes Kristoes. Didalam 1 Korinthi 15:3, Paoel bikin ini perkara terang sekali pada dia orang, dimana dia berkata: “Karena soedah akoe serahkan sama kamoe barang jang soedah akoe terima djoega, jaitoe bagaimana Kristoe soedah mati ganti dosa kita, toeroet sebagaimana boenjinja Kitab Soetji, dan Toehan soedah ditanam, dan soedah dibangoenken kembali pada hari jang ketiga, seperti jang tersoerat dalam El-kitab”.  

Djadi doea pekerdjaan jang dibilang tadi, adalah Kematian dan Kebangkitan Toehan Jesoes Kristoes. Kepada doea pekerdjaan inilah, jang soedah digenapkan oleh Anak Allah inilah dipastikan (ditanamkan) segala glorie (kemoeliaan) dari grafirat (pendamaian oleh darah) jang sempoerna. Tiga hari tiga malam, itoelah jang tjeraikan ini doea pekerdjaan jang digenapkan itoe. Itoe ada satoe pekerdjaan jang digenapkan oleh Kristoes. Itoelah alas an, atas mana didirikan segala perkara, dan oleh mana didjadikan segala perkara. Zonder grafirat (pendamaian oleh darah) tidak ada apa-apa. Oleh grafirat dari Jesoes Kristoes segala perkara djadi kita poenja. Pada satoe waktoe jang akan datang segala perkara-perkara akan dikembalikan. Soedah genap!

  Djoega pekerdjaan Roh Allah didalam geredja ada doea matjam, dan peratoeran-peratoeran (ordonantie) ini membawa kepenoehan jang heran dari grafirat itoe kepada pengalaman seseorang. Salah satoe dari peratoeran-peratoeran itoe adalah permandian air sebagai persamaan kematian dari Toehan Jesoes Kristoes. Oleh permandian air itoe, kita dikoeboerkan dengan Kristoes didalam persamaan kematian-Nja. Jang lain itoe, jaitoe permandian jang berbahagia itoe dengan Roh Soetji dan dengan Api, jang mana mendjadi satoe permandian dalam persamaan dengan kebangkitanNja! Permandian jang satoe itoe kalahkan dan koeboerkan penghidoepan jang dari daging. Permandian jang lain itoe njatakan penghidoepan dan koeasa dari Jesoes, jang soedah bangkit itoe. Diantara kedoea perkara ini dan pengalaman orang Kristen, soedah termasoek grafirat jang sempoerna dari pekerdjaan jang Toehan Jesoes Kristoes soedah genapkan.  

Dari sebab itoe permandian air itoe ada satoe persatoean dengan Toehan Jesoes Kristoes dalam kematianNja, dan itoelah satoe keoentoengan bagi tiap-tiap orang jang pertjaja dan mendjadi kewadjiban dari tiap-tiap anak Allah jang benar. Soenggoeh, tidak akan bisa djadi ada kenjataan dari penghidoepan rohani sebeloem kita, “disalib dengan Kristoes”. Harap djangan ada pengertian jang salah dalam ini hal. Permandian air, boekankah itoe kematian, melainkan pengorbanan jang djadi soedah kematian. Roh Allah moesti hentar kita lebih doeloe kepada salib, seperti Dia soedah berboeat dengan Toehan Jesoes. Baroe datang itoe pengorbanan, jang ditoenjoekkan dalam permandian air. Kita moesti mati lebih doeloe dengan Jesoes, sebeloem kita bisa dikoeboerkan dengan Dia. Itoe sebabnja, bagaimana koeasa Allah tjoema sedikit dinjatakan waktoe permandian air jang biasa djadi, adalah, oleh sebab kita beloem klaar (beloem disediakan). Kalaoe itoe kandidat (jang minta permandian) soenggoeh-soenggoeh soedah merasa (kena) kematian dari Kristoes; soenggoeh-soenggoeh soedah bertoebat dati segala dosa; soedah hitoeng ongkos dan soedah mati boeat doenia, lantas dia betoel-betoel dikoeboerkan dengan Kristoes didalam persamaan dari kematianNja; dan djikalaoe seorang jang dipermandikan beloem menerima permandian Roh Soetji, dia akan terima Roh Soetji waktoe didalam air, ataoe waktoe dia kloear dari air itoe, ataoe pada satoe waktoe didalam tempo jang tidak lebih dari 3 hari 3 malam, kalaoe dia orang tinggal ditjereikan kepada Allah.

Inilah pengalaman dari Rasoel Paoel! Tiga hari tiga malam dia tidak bisa melihat, dan djoega tidak makan dan tidak minoem. Dia soedah mati boeat doenia, dan rasa kepahitan dari kematian Toehan Jesoes Kristoes. Pada penghabisan itoe tiga hari tiga malam, Ananias sedang berada dalam soeroehan (perintah) Toehan; dia toempangkan tangannja atas Paoel dan dengan segera goegoerlah dari matanja seperti roepa sisik, dan teroes Paoel bisa melihat dan lantas dia dipermandikan, koeboerkan dengan Kristoes dalam permandian air dan terima pemberian Roh Soetji, pada waktoe Ananias toempangkan tangannja atas dia.  

Jesoes sendiri ada satoe tjontoh jang sempoerna

  Waktoe Dia keloear dari dalam air, Roh Soetji toeroen atas Dia seroepa boeroeng dara, dengan tjapkan Dia sebagai Anak Domba Allah, Satoe korban jang bias terima dan jang benar. Ini ada satoe tjontoh dari apa jang djadi pada tiap-tiap perkoempoelan permandian air dan nanti djadi djilakaoe orang soedah poetoeskan akan madjoe teroes bersama-sama Kristoes, akan hidoepkan penghidoepanNja dan disamakan dengan Dia dalam hal kematianNja. Seringkali kita soedah lihat djadi begitoe, jang koeasa dari kebangkitan itoe kena diaorang waktoe diaorang masih dibawah (didalam) air, dan permandian Roh Soetji datang atasnja didalam segala kepenoehan jang heran. Inilah kesaksian jang paling moelia, dan boekti jang paling terang, jang Allah bisa kasih, sebab inilah kesaksian dan boekti, jang Dia soedah kasih kepada AnakNja jang tertjinta itoe, dan ini djoegalah itoe kesaksian dan keterangan (boekti), jang Dia nanti kasih padamoe, waktoe kamoe maoe masoek dalam permandian air dengan pertjaja, dan keloear dengan sembahjang dan poedjian!

  Maka begitoelah pengadjaran permandian air ini, kita bisa dapat didalam segenap Bijbel. Didalam djaman Noeh, permandian air ini dilakoekan boeat segenap doenia, sedang boeat bangsa Israil di laoet Merah, permandian air itoe dilakoekan bagi satoe bangsa. Segenap bangsa itoe dipermandikan dalam satoe pekerdjaan jang besar. Dalam tjeritera Naaman, itoe orang Siria, permandiannja dalam air itoe ada berboeah dengan satoe kesemboehan jang sempoerna dan pengalaman rohani jang dalam. Orang banjak itoe berkoempoel pada permandian dari pada Johannes Baptista. Dalam permandian dari Toehan Jesoes, langit terboeka, dan Roh Soetji toeroen, sedang orang-orang Parisi tidak maoe toeroet pada perintah itoe. Toehan Jesoes soedah perintahkan segala moerid-moerid dan orang-orang bertobat, soepaja dipermandikan dalam “Nama dari Bapa, dan dari Anak dan dari Roh Soetji” Matth. 28:19, dan sebagai menoeroet pada perintah ini, rasoel-rasoel permandikan orang banjak itoe dalam Nama Toehan Jesoes Kristoes.

  Toehan Jesoes Kristoes boekan sadja Nama kepoenjaan sendiri, seperti banjak orang terangkan, tetapi itoe ada Nama jang tersoesoen, Nama jang tiga dalam Satoe, didalamnja ada arti “sepenoeh-penoehnja Allah didalam Satoe badan, jang tinggal didalam badan dari Anak boeat djaman ini, dan djoega djaman jang akan datang, jaitoe djaman Keradjaan Seriboe Tahoen. Tidak bisa djadi ada lagi perlawanan (tidak tjotjok) antara perintah dari Toehan Jesoes Kristoes dalam Matth. 28:19 dan itoe peratoeran (formoelae) ataoe Nama jang dinjatakan oleh Roh Soetji pada hari Pentakosta. Seboetan-seboetan ini ada sama artinja (tjotjok). Satoe sama lain ada maksoednja! Peratoeran (methode) dari rasoel-rasoel soedah didirikan oleh Roh Soetji.  

Sesoedahnja Jesoes Kristoes bangkit, perintahNja adalah, soepaja moerid-moeridNja toenggoe di kota Jeroesalem, sebab itoe Dia bilang “Karena soenggoeh Johannes memandikan dengan air, tetapi kamoe ini nanti dipermandikan dengan Roh Soetji, tidak berapa hari antaranja”. Permandian dengan air dilakoekan diatas boemi ini oleh ketoea-ketoea dari geredja. Permandian Roh Soetji didalam segala tjara dan hal, dilakoekan oleh Toehan dari Soerga.

  Permandian Roh ada satoe hak (pekerdjaan) dari Toehan Jesoes sendiri! 

Pada waktoe Roh Soetji ditjoerahkan pada hari Pentakosta, perintah-perintah jang diilhamkan, dan jang dioetjapkan oleh Rasoel Petroes adalah “Bertobatlah dan MASING-MASING KAMOE biar dipermandiken dalam Nama Jesoes Kristoes, soepaja dosamoe diampoeni, maka soenggoeh kamoe dapat nanti pengasihan Roh Soetji”, dan tiga riboe soedah dipermandiken pada hari itoe! Philipoes kabarkan Indjil jang sama (seroepa) itoe djoega di Samaria, dan perintahkan pesanan jang sebegitoe djoega “Tetapi, kapan diaorang  pertjaja sama Philipoes, mengabarkan Indjil Keradjaan Allah, dan Nama dari Toehan Jesoes Kristoes, dia orang dipermandikan, baik laki-laki baik perempoean” dan “dia orang dipermandikan dalam Nama Toehan Jesoes” Perb. Seg. Rasoel 8:16. Sesoedahnja kegerakan di Samaria itoe, Philipoes diangkat oleh Roh Toehan, boeat permandikan itoe sida-sida dari Etiophia, Perb. Seg. Rasoel 3:38. Waktoe tjahaja dari Allah bersinar di sekeliling Saoel di djalan ke Damsjik itoe memboetakan dia, akan tetapi kapan dia soedah toeroet pada Allah dalam perintah dari permandian, maka kedoea matanja terboeka, dan dia terima pemberian dari Roh Soetji, Perb. Seg Rasoel 9:18. Rasoel Petroes perintahkan kepada orang-orang pertjaja di roemah Kornelioes, soepaja diaorang dipermandikan didalam Nama dari Toehan, Perb. Seg. Rasoel 10:46-48. Lidia, itoe orang perempoean jang bertobat di Thiatira, dengan segera dipermandikan, Perb. Seg. Rasoel 16:15.

  Toekang pendjara jang di Philippi itoe dipermandikan pada tengan malam, dia dan seisi roemahnja, sedang banjak dari orang-orang jang baroe bertobat di Korinthi itoe dengan segera djoega dipermandikan, Perb. Seg. Rasoel 18:8. Apollos, meskipoen soenggoehpoen pinter sekali perkara El-kitab, tahoe tjoema permandian Johannes sadja, dan dia lebih dalam diadjar oleh Akila dan Priskilla, dan sebentar itoe djoega kabarkan Kristoes. Habis itoe Rasoel Paoel bertemoe dengan beberapa orang moerid-moerid di Ephesoes, jang tjoema tahoe permandian dari Johannes sadja. Paoel toenjoekkan pada diaorang djalan jang lebih baik dari Salib dan Kristoes itoe, dan permandiakan diaorang lagi dalam Nama dari Toehan Jesoes, Perb. Seg. Rasoel 19:5, dan sebagai mahkota diatas kedjadian jang heran ini, Rasoel Paoel bilang pada kita didalam soeratnja kepada orang-orang Roem, fatsal 6 ajat 3: “Apa kamoe tiada tahoe, bahwa seberapa dari kita jang soedah dipermandikan dalam Kristoes Jesoes, jaitoe kita dipermandikan dalam kematianNja!” karena kalaoe kita soedah ditanamkan bersama-sama dalam KEMATIANNJA, maka seperti Kristoes Jesoes jang soedah dibangkitkan dari kematian oleh Kemoeliaan dari Allah Bapa, kita nanti akan berdjalan dalam penghidoepan baroe”.

  Apa lagi jang kita maoe bilang, sebab Boekoe dari Allah penoeh dengan kebenaran jang sama dan heran! Heran sekali, sebab itoe permandian air kasih koeasa kepada tiap-tiap orang Kristen boeat dapat bagian dalam ini koeasa kebangkitan dan pekerdjaan-pekerdjaan (djabatan) jang soedah ditjoerahkan kepada Geredja pertama, oleh sebab dia orang, didalam kesederhanaan toeroet perkataan Toehan. Soenggoeh-soenggoeh heran, oleh sebab itoe boeka djalan kelepasan bagi manoesia bagi dirinja sendiri, dan sebagai mengganti pekerdjaan daging, diberikan koeasa dan kemoeliaan dari Roh Allah jang kekal didalam permandian dengan Roh Soetji dan Api. Djoega heran, oleh sebab itoe permandian bikin kita mendjadi anggota-anggota dari Badan dari Kristoes. Toelang dari toelangNja, dan daging dari dagingNja.

  Maka kita soedah kasih lihat oleh Boekoe itoe (Bijbel) bahwa peratoeran dari permandian air itoe, seperti jang Toehan Jesoes soedah kasih tjontoh sama kita, sekali-sekali boekanlah peratoeran jang tidak perloe oentoek ditoeroet, ataoe peratoeran jang bias diboeang, seperti satoe kesoekaan jang sia-sia dari manoesia! Sebab soedah terang sekali jang permandian air itoe perloe sekali boeat kita toeroet, dan jang perloe sekali dalam pengalaman kita sebagai orang Kristen. Pendirian dari mojang kita terhadap pada peratoeran ini, tidak bisa digoenakan dalam pengalaman ini sekarang. Memang dia orang soetji! Dan dia orang hidoep dengan soenggoeh-soenggoeh berserah. Akan tetapi, sebab didalam temponja dia orang, ini peratoeran-peratoeran jang koeat sekali dari geredja beloem diterangkan, ada satoe keboektian jang djelas, bahwa dia orang berkoerang dalam keterangan Allah, dan berkoerang dalam ketjintaan dari Roh Soetji. Memang dia orang soedah bersama-sama dengan Allah. Akan tetapi, kamoe dan saja, tidak bias lagi boeang keterangan (tjahaja) sekarang ini, oleh sebab mojang (grootvader) kita tidak lihat itoe djoega.

  Kita hidoep dalam hari-hari dan tempo jang berlainan! Sekarang hoedjan akhir djatoeh diatas seloeroeh boemi. El-Kitab soedah terboeka dan Roh Soetji ditjoerahkan seperti pada Geredja pertama pada hari Pentakosta! Sekarang soedah sampai waktoe penghabisan djaman ini! Pengetahoean didalam segala perkara bertambah-tambah banjak, pretjies menoeroet perkataan Allah. Kita dihentar dengan lekas sekali kepada penghabisan (kesoedahan). Hari inilah temponja, waktoe mana orang moesti masoek kedalam pengalaman rohani jang paling dalam, lebih dari jang soedah-soedah (dahoeloe). Diaorang nanti djadi satoe dengan Kristoes! Grafirat (pendamaian oleh darah) dari Kristoes akan dikerdjakan dengan penoeh, dan kebesarannja (harganja) dari ini diartikan, soepaja perkara-perkara jang sempoerna dinjatakan! Dan perkataan Allah digenapkan. Maka begitoelah permandian air itoe dengan terang dinjatakan, seperti satoe pendahoeloean jang perloe sekali (didalam pengalaman hati, kalaoe boekan dalam keadaan) bagi permandian dengan Roh Soetji.(DRS,jakarta,092102).  sumber: Pusaka Rohani No.9, Mei 1939.

Nubuatan Alkitab Yang Digenapi Oleh Yesus

Tentang KelahiranNya

Nubuatan Tentang YesusDari Perjanjian LamaPenggenapan di Perjanjian Baru
1. Mesias akan dilahirkan oleh seorang wanita dan Ia akan meremukkan kepala si Ular.Kejadian 3:15Galatia 4:4, Ibrani 2:14, 1 Yoh 3:8 , Mat 1:20
2. Ia akan lahir di Bethlehem., Yudea.Mik 5:2Mat 2:1-6, Luk 2:4-6
3. Ia akan dilahirkan oleh seorang perawan.Yes.7:13-14Mat.1:18-23, Luk.1:26-35
4. Mesias akan berasal dari keturunan Abraham. Segala bangsa akan diberkati melalui Abraham.Kej.12:3,; 17:7-8; Kej.22:18, Kej.26:4, Kej.28:14Mat.1:1, Mat.1:17, Gal.3:16,29; Ibr.2:16
5. Mesias akan berasal dari ketururunan Ishak.Kej.17:19, 21:12, 26:2-4Mat.1:2,17, ; Rom.9:7; Ibr.11:17-19
6. Ia akan lahir dari keturunan Yakub Bil.24:17,19Mat.1:2; Luk 1:33; 3:23-38
7. Ia akan datang Dari suku YehudaKej.49:8-10; Mikha 5:2Mat.1:1-3; Ibr.7:14; Wah.5:5
8. Ia lahir sebagai Raja pewaris Tahta Raja DaudYes.9:7; 2Sam 7:12-13; Jer.23:5; 30:9Mat 1:1; Luk. 1:32; Kis.13:22-23; Rom.1:3
9. Akan lahir seorang anak yang kekal, Juruselamat yang dijanjikanYes.9:6Luk. 2:11
10. Pada saat kelahirannya akan terjadi pembantaian anak anak.Jer.31:15Mat.2:16-18
11. Sebagai anak laki-laki sulung yang disucikanKel.13:2; Bil.3:13, 8:17Luk 2:7, 23
12. Raja-raja akan datang membawa persembahan pada saat kelahirannya dan sujud kepadanyaMaz.72:10-11Mat.2:1-11;
13. Eksistensinya sejak kekekalanMik.5:2Yoh.1:1,4; 8:58; Kol.1:15-19
14. Tunas yang akan muncul dari tunggul IsaiYes.11:1-2Mat.1:6, Kis.13:22-23
Tentang PelayananNya
Dipanggil dari MesirHosea 1:1Mat.2:13-15, 19-21
Ditolak Oleh saudara-saudaraNyaMaz.69;8Yoh.7:3-5
Raja-raja dan Pemerintah dunia bermufakat menentangNyaMaz.2:1-2Mat.12;14, 26:3-4, 26:47, Luk.23:11-12

Audio:The Book Of Revelation

Rev. Clyde Joseph Mcknight, Seattle (1919-2011)

  • Former Pastor of Bethel Christian Ministry, Seattle
  • Former Pastor of Bethel Temple, Seattle
  • Founder of Lawang Bible School, Central Java
  • Former missionary to Indonesia.

Kesan pesan HUT GPdI ke 85

1Laodicean Church
2The Revelation Of Jesus Christ
3The King Of Kings
4Heaven, Earth, And Hell Will See His Coming
5The Cloud
6Signs Before His Coming
7Jesus In The Book Of Revelation
10The 7 Churches
11The Tree Of Life
12The Church Of Smyrna
13The Pergamus Church
14The Thyatira Church
15 The Morning Star
16The Philadelphia Church
17The Laodicean Church
18Chastening Of The Lord
19The Voice Like A Sound Of A Trumpet
20The New Jerusalem
21Triple Seven
22Spirit Of The Lord
234 Living Creatures
24The White Horse
25The First Seal
27The Sixth Seal
These recordings was recorded in New York City while he’d been given daily morning teaching to gpdi world from his house in Seattle.

THE PLANTING OF THE LORD

Rev.C.Joe McKnight

MY FATHER IS THE HUSBANDMAN.
Jn 15:1
 A husbandman is one who tills the ground, plants it, waters it and watches it grow until the harvest time. Then the joy of his labors are fulfilled. It seems strange placing the FATHER in the position of one working the soil. His work is a hands on situation. From the beginning, He has been fully involved and will be until His Divine plan is accomplished.